Saturday, 28 November 2015

Banyuwangi

Seorang ibu menyuruh anaknya yang baru berusia 7 tahun, naik bis jurusan Surabaya-Denpasar. Ibu tersebut berpesan kepada pak supir bus.
"Pak, titip anak saya ya? Nanti kalau sampai di Banyuwangi, tolong kasih tau anak saya." kata sang ibu.
Sepanjang perjalanan, si anak ini cerewet sekali. Sebentar-sebentar bertanya pada penumpang,
"Sudah sampai Banyuwangi belum?" tanya si anak tersebut kepada para penumpang.
Hari mulai malam dan anak itu masih terus bertanya-tanya dan salah satu penumpang menanggapi anak tersebut.
"Belum, nanti kalau sudah sampai dibangunin deh! Tidur aja!" kata salah satu penumpang bus.
Tapi si anak tidak mau diam, dia maju ke depan dan bertanya pada supir untuk kesekian kalinya.
"Pak, sudah sampai Banyuwangi belum?"
Pak Supir yang sudah lelah dengan pertanyaan itu menjawab," Belum! Tidur aja deh! Nanti kalo sampai Banyuwangi pasti dibangunin!"
Kali ini, si anak tidak bertanya lagi, ia tertidur pulas sekali. Karena suara si anak tidak terdengar lagi, semua orang di dalam bis lupa pada si anak, sehingga ketika melewati Banyuwangi, tidak ada yang membangunkannya.
Bahkan sampai menyeberangi selat Bali dan sudah mendarat di Gilimanuk, Bali, si anak tertidur dan tidak bangun-bangun. Kemudian si supir baru sadar bahwa ia lupa membangunkan si anak.
Lalu ia bertanya pada para penumpang,
"Bapak-ibu, gimana nih, kita antar balik gak anak ini?"
Para penumpang pun merasa bersalah karena ikut melupakan si anak dan setuju mengantar si anak kembali ke Banyuwangi.
Maka kembalilah rombongan bis itu menyeberangi Selat Bali dan mengantar si anak ke Banyuwangi. Sesampai di Banyuwangi, si anak dibangunkan.
"Nak! Sudah sampai Banyuwangi! Ayo bangun!" kata si supir.
Si anak bangun dan berkata," O.... sudah sampai yah !" Lalu membuka tasnya dan mengeluarkan kotak makanannya. Seluruh penumpang bingung.
"Bukannya kamu mau turun di Banyuwangi?" tanya si supir kebingungan.
"Nggak kok, saya ini mau ke Denpasar ngunjungin nenek. kata mama, kalau sudah sampai Banyuwangi, saya boleh makan nasi kotaknya!"
Penumpang dan sopir : @&$:):&&?-(-$-&-(-$&/)/):/$'/-

hikmah dari ketidak tahuan

           Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal, terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang.
Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai.
Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya. Dia sedih dan marah.
"Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis.
Pagi- pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya.
"Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya.
"Kami melihat tanda asapmu", jawab mereka.
Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan.
Ingatlah, ketika "gubukmu" terbakar, mungkin itu "tanda asap" bagi kuasa Tuhan. Ketika ada kejadian negative terjadi, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tersebut

Wanita Cantik Terjatuh Dari Lantai 80

Seorang wanita cantik dan sexy terjatuh dari lantai 80 sebuah gedung megah. Untunglah di lantai 70,
ada seorang Pria Amerika menangkapnya.
Wanita : “Terima kasih anda telah  menolong saya….”
Pria Amerika : “Sama-sama, tapi Anda harus membalas budi”
Wanita : “Bagaimana caranya ?”

Pria Amerika : “Tidurlah denganku…..”
Wanita : “Bajingan kau, TIDAK MAU !!!”
Pria Amerika : “Ya sudah kalau nggak mau…”
Pria Amerika kemudian melepaskannya dan wanita itu kembali terjatuh….
 

Di lantai 50, seorang Pria Prancis berhasil menangkapnya.
Wanita : “Terima kasih anda telah menolong saya….”
Pria Prancis : “Sama-sama, tapi Anda harus membalas budi”
Wanita : “Bagaimana caranya ?”
Pria Prancis : “Tidurlah denganku…..”
Wanita : “** SENSOR ** kamu, TIDAK MAU !!!”
Pria Prancis : “Ya sudah kalau tidak mau…” Pria Prancis kemudian
melepaskannya dan wanita itu kembali terjatuh…
Lantai 45 lewat, lantai 40 lewat, lantai 35 lewat dan tidak ada lagi yang menangkapnya. Si wanita  mulai menyesal. Akhirnya dia memutuskan kalau ada lagi pria yang menangkapnya, ia mau diajak tidur bareng. Daripada mati, pikirnya. Akhirnya di lantai 20, seorang Pria Arab menangkapnya. Buru-buru

wanita itu berkata :
Wanita : “Terima kasih anda telah menolong saya. Sebagai balas jasa, Anda boleh tidur dengan saya…”
Pria Arab : ” Astaghfirullah !!!!!”
Lalu Pria Arab itu melepaskannya kembali

Puisi badai sengketa

Berarak awan hitam kelabu
Diufuk barat mega nan merah
Percikan api bagai bara menyala
Mimpi ngeri disiang hari
Hembusan bayu tiada lagi
Badai menerjah ungu pelangi
Semerbak bunga hilang menyepi
Balada sengketa jadi elergi
Inginku anyam langit yang biru
Ku pintal buih dilaut yang tenang
Agar kita ukir kedamaian
Tiada lagi keganasan
Oh Tuhan ..
Kami berdoa
Duri derita terhapus jua
Agar bunga keamanan mekar dijiwa
Setiap insan bergelar manusia

puisi kekasih

Kekasih…
Laksana cermin dalam resonansi jiwa
Yang menggetarkan palung hati hingga keraga
Dan menghantarkan kehangatan bara
dari bekunya hati sang kelana

kekasih…
kesetiaan agung pada dera kerinduan
laksana pantai menanti ombak dalam pelukan
yang teredam pada dalamnya kebisuan

kekasih…
seperti bunga yang menjaga tingginya kuncup
pucuk-pucuk kasihmu tak juga meredup
mencumbui lautan sukma yang kuyup
dalam serenade desiran angin sayup

kekasih…
karang-karang kesabaran yang tumbuh di lubuk kalbu
meleburkan kebimbangan sang peragu
saat luka kuburkan semburat hasrat perindu
dari kelam kelabu cerita lalu

kekasih…
butiran hujan yang jatuh selayak mutiara
terbungkus rapi dalam kado asa
untuk kau buka jika saatnya tiba
andai mampu kusibak jendela masa

kekasih…
sanjung puji dalam serambi janji
terucap lugas pada paras sejati
demi ikrar atas cinta suci
rekatkan dua hati yang terpatri

Kisah supir angkot

Baru berapa saat saya naik angkot,
"kiri sep..." kata ibu tua di depanku sambil berkemas.
Mobil pun minggir, sopirnya masih muda, mungkin belum sampai 25 tahun usianya.
Sopirnya bertanya : "ibu turunnya bisa?.. pelan-pelan saja bu..." katanya.
Si ibu menjawab, "turunnya sih pelan pelan bisa Sep, tapi nyeberangnya ibu takut." Sopir pun turun dari mobil menuju pintu belakang penumpang, "sini bu saya tolongin" katanya.

Sopir itu membimbing ibu tua itu turun, lalu membantu menyeberangkan pelan pelan karena ibu tua itu jalannya tertatih tatih.
Setelah kembali ke mobil, saya iseng bertanya... "ibu nya mas?" "bukan.." jawabnya.. "oh.. saya kira ibunya, manggilnya Sep.. saya kira mas nya namanya Asep.." kataku ringan. "baik banget mas mau ngurusin sampai nyebrangin segala..." "kalau itu ibu saya Pak, nggak bakalan saya biarin pergi-pergi sendiri, kalau jatuh, ketabrak, atau sakit di jalan gimana coba?
Saya suka sedih lihat ibu-ibu tua, ngapain sendirian bepergian.
Padahal dulu pasti lagi mudanya pergi-pergi anaknya selalu dibawa, dijagain takut anaknya jatuh, diurusin siang malam waktu anaknya sakit... ya gak Pak?" tanyanya.... "iya jawabku singkat..." (tenggorokan rasa terkunci) "Iya Pak....Orang kadang nggak ngehargain ibunya... kalau senang lupa, kalau susah pasti nyari ibunya.... padahal pak.. saya ini nggak punya ibu, ibu saya meninggal saat saya masih kecil, saya diasuh orang lain, barangkali kalau saya punya ibu, nasib saya nggak begini... karena pasti ada ibu yang ngedoain supaya jadi anak yang sukses, orang lain di doain ibunya, belum tentu juga inget dan sadar kalau itu tuh hasil doa sama jerih payah ibunya... yaa nggak Pak.?" "iya.." jawabku lemah... "kiri depan yaa... saya doain mas selalu dimudahkan rejekinya dan bisa sukses yaa mas. jangan lupa ibunya dikirimin doa. makasih yaa.."

Cara Masak telur


Telur mata sapi menjadi salah satu menu terfavorit karena membuatnya sangat gampang dan cepat. Namun sayangnya tidak semua bisa membuat telur ceplok yang bulat dan cantik, misalnya :
kuningnya meluber kemana-mana, lengket, gosong dan lainnya. Membuat telur mata sapi yang bulat dan cantik tidaklah sulit, namun bukan berarti Anda bisa meremehkan loh.
Nah, agar hasilnya sempurna, simak cara membuat telur ceplok yang bulat dan cantik berikut ini :

 

Bahan yang dibutuhkan

  • 1 bh Telur
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng, terserah mau merk apa saja, margarin juga bisa..

Cara Membuat Telur Ceplok I

1.    Panaskan minyak goreng dalam wajan Teflon, gunakan api sedang ya..
2.    Pecah telur perlahan di dalam wajan, taburkan garam secukupnya.
3.    Diamkan selama 10 menit, balik telur perlahan
4.    Masak sebentar, lalu angkat telur dan telur ceplok bisa disajikan

Cara Membuat Telur Ceplok II

1.    Panaskan Minyak goreng dalam wajan Teflon bertutup
2.    Pecah telurnya ke dalam wajan, lalu tutup wajan selama 10 menit
3.    Tidak perlu dibalik, telur bisa langsung disajikan.

Mudah sekali khan? Yuk buat sendiri telur ceplok favoritmu. Selamat Memasak!

Pom mini bisnis menguntungkan